Seni Beladiri Silat

Seni Beladiri Silat

91
SHARE

Begitu riuh suasana saat itu di GOR Senen Jakarta Pusat, tampak seorang pelatih dengan penuh semangat berusaha menyemangati muridnya yang sedang berusaha mengejar point  dalam sebuah kejuaraan bela diri “karate” yang sering diadakan per-6 bulan sekali dalam satu tahun.

Herman termangu serta terkagum-kagum dengan pertandingan itu dan terkadang terbias semangat di antara kedua matanya, herman yakin bahwa “karate” adalah pilihan yang tepat untuk dirinya dalam mempelajari seni beladiri, padahal sebetulnya tidak, hanya saja kebetulan ditempat dia sekolah memang hanya itu beladiri yang ada dan awalnya herman mengikuti karena untuk mengisi kegiatan extra kurikuler dimana pilihannya hanya ada 3 yaitu mengetik, menjahit, dan karate.

Karate, Taekwondo, Thai Boxing, Capoeira, Aikido dan lain sebagainya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, sudah banyak anak negri kita yang mempelajari seni bela diri tersebut padahal sebetulnya di Negri kita ini sudah mempunyai seni beladiri tradisional yang tidak kalah baiknya dengan seni beladiri luar yaitu Silat.

Perkembangan Silat saat ini sangatlah baik dan mendapatkan ruang khusus di luar negri hal tersebut dapat dilihat dari para expatriat / orang asing yang sangat antusias mempelajari ilmu bela diri silat terutama pencak silat tradisional, akan tetapi tidak halnya di tanah kelahirannya sendiri semakin minim putra putri bangsa yang mempelajari silat entahlah kenapa sebabnya bisa terjadi hal seperti itu.

Sangatlah disayangkan apabila di tanah kelahirannya Silat tidak berkembang, monoton dan cenderung mendekati kepunahan hal tersebut dikarenakan tidak adanya regenerasi dan apabila ada pun sangatlah minim.

Satu harapan dari coretan ini mari kita budayakan mencintai seni budaya kita sendiri dan tanamkanlah kepada putra putri kita bahwa seni beladiri yang kita punya tidaklah kalah dengan seni beladiri luar.

Salam BEKSI !!!