Sejarah Seni Main Pukul Beksi

Sejarah Seni Main Pukul Beksi

411
SHARE

Arti kata BEKSI mengandung suatu arti / filosofi dari setiap hurufnya, ‘Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan’, dimana  filosofi ini menjadi landasan kebijaksanaan para pendekar Beksi.
Sementara kata ‘Beksi’ aslinya berasal dari bahasa China, Bek berarti pertahanan, Si berarti empat. Sehingga Beksi berarti empat pertahanan. Kenapa memakai bahasa China? hal ini disebabkan silat Beksi adalah hasil akulturasi budaya China dan Betawi.

Silat Beksi diciptakan oleh Lie Cheng Oek, warga keturunan China yang tinggal di Kampung Dadap, Tangerang, Banten. Lie adalah seorang pendekar silat beraliran Shaolin Utara di China. “Beliau diakui bersama sebagai guru besar yang pertama di Indonesia”.
Ilmu Lie Cheng Oek diturunkan ke anaknya Lie Tong San, dan lalu diturunkan lagi ke cucunya, Lie Gie Tong.

Selain itu, Lie Cheng Oek juga punya beberapa murid lain yaitu Ki Marhali, Engkong Haji Ghozali dan Engkong Haji Hasbullah. Lie Gie Tong pun mengakui ketiga orang ini sebagai pewaris ilmu sang kakek. Pencak silat Beksi banyak berkembang di Jakarta Selatan seperti di Cipulir, Kebayoran Lama, ada juga di Bintaro, Karawang dan Bekasi.

Berikut ini adalah nama-nama Jurus yang terdapat dalam seni beladiri Beksi, untuk mempelajari Jurus ini murid diharuskan sudah melewati gerakan Formasi melalui Ujian Kenaikan Tingkat :

1. Jurus Dasar
2. Jurus Gedig
3. Jurus Tancep
4. Jurus Cauk
5. Jurus Lokbe
6. Jurus Beksi Satu
7. Jurus Broneng
8. Jurus Tingkes
9. Jurus Kebut
10. Jurus Petir
11. Jurus Bandut
12. Jurus Bolang Baling